Translate

Sabtu, 20 Oktober 2012


Citilink Buka Rute ke Lombok

Wisatawan makin dimanjakan saja dengan terus bertambahnya rute penerbangan baru. Terbaru, Citilink membuka rute ke Lombok.
Citilink, maskapai bujet milik Garuda Indonesia, membuka satu rute baru lagi pada September ini, yakni Surabaya-Lombok. Rute penerbangan ini terbang dua kali sehari, dan akan bertambah menjadi tiga rute dalam waktu dekat.
Mengapa harus transit dahulu di Surabaya, CEO PT Citilink Indonesia Arif Wibowo mengatakan bahwa Citilink adalah jasa penerbangan berbasis murah dengan jarak tempuhnya terbilang dekat. Jika tidak penerbangan langsung, seperti menuju Lombok, penumpang dapat melanjutkan penerbangannya ke kota tujuan dengan mengambil penerbangan selanjutnya.
"Kami ingin benar-benar ingin mengoptimalisasi rute-rute dengan akan bertambahnya armada baru, terutama yang berbasis di Surabaya," katanya pada konferensi pers "Media Trip to Lombok" di Lombok, NTB, Jumat (28/9/2012)

Beberapa rute yang harus transit dahulu dari Surabaya, selain Lombok adalah Denpasar, Banjarmasin, dan sebagainya.. Menurutnya, pasar Lombok berpotensi besar, dan hampir semua wilayah timur Indonesia karena infrastrukturnya bagus dengan bandara yang sudah memadai, yakni Bandara Internasional Lombok.
Ditambah lagi, katanya, potensi pariwisata yang masih sangat besar karena Lombok menjadi alternatif terdekat bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Rute lain yang rencananya akan dibuka hingga akhir 2012, adalah Batam-Padang, Surabaya-Batam, Jakarta-Makassar, Banjarmasin-Makassar, Balikpapan-Makassar, Denpasar-Bandung, Makassar-Yogyakarta, dan Makassar-Banjarmasin.
Saat ini, Citilink telah melayani 72 frekuensi penerbangan setiap hari dengan jumlah total 16 armada yang beroperasi. Citilink secara bertahap akan menambah jumlah armada hingga 21 pesawat sampai akhir 2012 dan melayani 137 frekuensi penerbangan setiap hari.
"Kalau wisatawan luar negeri, mereka mau backpacker bukan karena enggak mampu beli tiket pesawat mahal, tapi karena ingin merasakan hal baru, beda dengan wisatawan Indonesia. Makanya, traffic penerbangan domestik kami meningkat cukup pesat, di mana market yang lebih dominan adalah kelas menengah ke bawah," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar